Pesta Demokrasi 2019

Kami memasuki tahun politik ini dengan hati bahagia. Memilih pemimpin ditahun ini demi 5 tahun akan datang. Petahana atau sang penantang yang akan menang. Menang di hati kami, secara mayoritas tentunya. Di tahun politik ini saya enggan ikut masuk dalam. Bukan sebab anti demokrasi namun saya menghindari konflik. Perihal 2 calon membuat head to head tak terelakkan. Beda bila 3 paslon atau bahkan 4. Isu-isu debat menyeruak bahkan sebelum 2019. Di segala lini sosmed orang saling menyerang. Saya mundur kebelakang, hindari debat hindari sesuatu yang akan buruk terjadi.

Tahun 2014 saya tergerus arus besar. Sebelum 2014 saya sangat enggan bicara politik. Setelah 2014 berlalu saya tersadar. Kenapa 2014 membuat saya begitu terobsesi dengan politik. Pengetahuan politik saya yang kurang membuat saya mudah termakan isu lalu dimakan isu hingga dimuntahkan isu. Perumpamaan yang sulit dipahami. Tapi mungkin begitulah politik. Hari ini musuh esok teman. Saya hanya ingin rileks di 2019 ini. Datang ke TPS lalu coblos pilihan saya. Semudah itu tiada beban. Kerahasiaan adalah suatu yang hilang kini.


Komentar