Apa itu Netizen?

Di era globalisasi teknologi kini kita nikmati banyak kemudahan dalam bersosialisasi. Makhluk sosial, manusia butuh manusia berinteraksi. Saling mengakrabkan diri dalam kegiatan-kegiatan hidup.
Terbuka dan tertutup karakter manusia, memaklumi dan menolak, bermufakat dan berijtihad, nyambung dan gak nyambung. Ada batas dalam sosialisasi dan diri sebaik-baiknya rem. Ada perkumpulan kebajikan dan kebajikan. Ada perhelatan keburukan dan keburukan. Pilih memilih, pilah memilah, dan polah penentunya. Tingkah polah bersosialisasi keluar dari "lintasan" akan terhukum umum. Tapi tetap diri penekan gasnya. Ada kebenaran yang tidak tampak, tertutup mata hati. Hasil akhir pikiran yang ada hanya kekeliruan. Ini soal sayang tak sayang. Kalo telah sayang, baik buruk tetap Abang senang.

Mandat diri dari egois pribadi di era social media. Aku penentu dan si benar. Apa susah! Tinggal lebb kayak pariwara sosis. Telan aja, coret aja. Ini versi saya. Demokrasi jiwa. Salah banyak remedial juga. Pasti lulus dengan di sepak. Di sepak sopo, Mas? Ego saya.

Ada yang benar, waras dengan fikirnya. Hilang clink! Bagai bintang melayang raib.



Ins: Foto hanya ilustrasi, tidak ada saudara dengan netizen.

Komentar